LAPORAN PRAKTIKUM SEL ELEKTROLISIS
Diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Kimia Tahun Pelajaran 2021-2022
Disusun oleh :
Kelompok 5, yaitu
1. Amelia Rizky
2. Annisa Maghfira Putri
3. Shafa Riandani
4. Syaima Syafei
Guru mata pelajaran Kimia :
Ratna Kania, S.Pd
Kelas : XII MIPA
Tahun Pelajaran 2021-2022
SMA ARRAHMAN DEPOK
Jl. Masjid Al Ittihad No.35, Bojong Pd. Terong, Kec. Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat 16436
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat wal'afit serta memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Sel Elektrolisis
Adapun tujuan dari pembuatan Laporan Praktikum ini adalah untuk memenuhi tugas Ratna Kania, S.Pd selaku guru yang mengajar Kimia. Selain itu, Laporan Praktikum ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang materi Sel Elektrolisis.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ratna Kania, S.Pd selaku guru pengajar mata pelajaran Kimia yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan mata pelajaran Kimia yang kami tekuni.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum ini dengan tepat waktu.
Kami menyadari, Laporan Praktikum yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan Laporan Praktikum ini.
Depok, Februari 2022
Penulis.
BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
Elektrolisis adalah salah satu aplikasi dari sel elektrokimia, yang dapat dapat mengubah energi listrik menjadi reaksi kimia secara spontan.
Elektrolisis umumnya digunakan untuk penyepuhan logam agar tidak mudah berkarat. Misalnya aplikasi ini untuk penyepuhan perak pada peralatan rumah tangga.
Dalam proses penyepuhan, logam yang akan disepuh dijadikan katoda kemudian mengalami reduksi, sedangkan logam penyepuhnya dijadikan anoda yang akan mengalami oksidasi, dan sebagai larutan eletrolitnya digunakan larutan yang mengandung komponen ion logam penyepuh.
I.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Sel Elektrolisis?
2. Prinsip Kerja Sel Elektrolisis?
3. Bagaimana susunan Sel Elektrolisis?
I.3 Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan agar siswa dapat mengamati reaksi yang terjadi pada reaksi sel elektrolisis, terutama pada elektroda (katoda dan anoda)
I.4 Manfaat Penelitian
Praktikum ini diharapkan agar siswa mengerti dan memahami reaksi yang terjadi pada katoda dan anoda dalam reaksi sel elektrolisis
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sel Elektrolisis
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia di mana energi listrik digunakan untuk menjalankan reaksi redoks tidak spontan. Reaksi elektrolisis dapat didefinisikan sebagai reaksi peruraian zat dengan menggunakan arus listrik.
2.2 Prinsip kerja sel elektrolisis
Prinsip kerja sel elektrolisis yaitu dengan menghubungkan kutub negatif dari sumber arus searah ke katode dan kutub positif ke anode sehingga terjadi overpotensial yang menyebabkan reaksi reduksi dan oksidasi tidak spontan dapat berlangsung.
Elektron akan mengalir dari katode ke anode. Ion-ion positif akan cenderung tertarik ke katode dan tereduksi, sedangkan ion-ion negatif akan cenderung tertarik ke anode dan teroksidasi.
2.3 Reaksi Sel Elektrolisis
Reaksi sel elektrolisis umumnya pada lelehan senyawa ionik melibatkan reaksi redoks yang lebih sederhana. Hal ini disebabkan tanpa adanya air, kation akan direduksi di katode dan anion akan dioksidasi di anoda.
Sebagai contoh, pada elektrolisis lelehan MgBr2, ion Mg2+ akan tereduksi di katode membentuk logam Mg dan ion Br− akan teroksidasi di anode membentuk gas Br2.
Akan tetapi, apabila reaksi sel elektrolisis berlangsung dalam sistem larutan, terdapat beberapa reaksi redoks yang bersaing sehingga reaksi cenderung kompleks.
Berdasarkan data potensial elektrode standar, reaksi elektrolisis larutan elektrolit pada keadaan standar dapat diprediksikan mengikuti ketentuan berikut.
Sebagai contoh, perhatikan perbedaan elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektrode grafit dan elektrode perak (Ag) berikut.
Elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektrode grafit
Pada katode, spesi yang mengalami reduksi adalah Ag+. Hal ini dikarenakan Ag tidak termasuk logam aktif yang potensial reduksinya lebih negatif dari potensial reduksi air.
Pada anode, elektrode grafit termasuk elektrode inert sehingga tidak teroksidasi. Spesi NO3− merupakan sisa asam oksi yang sukar teroksidasi, akibatnya air yang akan teroksidasi.
Elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektrode perak
Pada katode, spesi yang mengalami reduksi adalah Ag+. Spesi yang tereduksi di katode tidak bergantung pada elektrode yang digunakan, namun hanya bergantung pada jenis kation larutan elektrolit.
Pada anode, elektrode Ag tidak termasuk elektrode inert sehingga akan teroksidasi.
2.4 Proses Elektrolisis
Proses elektrolisis dimulai dengan dialirkan arus listrik searah dari sumber tegangan listrik. Elektron dari kutub negatif akan mengalir menuju ke katode. Akibatnya, ion-ion positif Na+ dalam lelehan NaCl akan tertarik ke katode dan menyerap elektron untuk tereduksi menjadi Na yang netral.
Sementara itu, ion-ion negatif Cl− dalam lelehan akan tertarik ke anode di kutub positif. Ion-ion Cl− akan teroksidasi menjadi gas Cl2 yang netral dengan melepas elektron. Elektron tesebut kemudian dialirkan anode dan diteruskan ke kutub positif sumber tegangan listrik.
Contoh Sel Elektrolisis
Elektroplating/Penyepuhan
Contoh dari penggunaan sel elektrolisis yaitu sebagai metode penyepuhan logam perak dari larutan perak nitrat. Tujuan dilakukannya metode ini yaitu untuk melapisi permukaan logam tertentu dengan perak sehingga memiliki sifat tertentu seperti tidak mudah berkarat, lebih kuat, dan lain lain.
Dalam aplikasi ini, logam yang akan disepuh atau dilapisi ditempatkan sebagai katoda dan akan diberi muatan negatif dari arus listrik. Karena akan dilapisi dengan perak, maka anoda yang digunakan berupa perak dan elektrolit yang digunakan adalah larutan perak nitrat.
Elektrolisis Aluminium
Contoh selanjutnya yaitu proses elektrolisis aluminium pada proses pembuatan aluminium dari bijihnya. Proses ini dilakukan dengan elektroda karbon yang sifatnya inert atau tidak mudah bereaksi yang ditempatkan sebagai anoda dan katoda.
Ketika arus listrik dialirkan, maka dalam elektrolit Al2O3 akan terjadi reaksi reduksi dan oksidasi. Dalam anoda yang berupa karbon, terjadi reaksi oksidasi dan dalam katoda yang juga karbon terjadi reduksi
BAB III
PRAKTIKUM/PENGAMATAN

I. Judul : Praktikum Sel Elektrolisis
II. Pelaksanaan Praktikum
Waktu/Tempat : Rumah Shafa Riandani
Sabtu, 19 Februari 2022
Pukul 10.30-Selesai
III. Tujuan Praktikum
• Praktikum ini bertujuan agar siswa dapat mengamati reaksi yang terjadi pada reaksi sel elektrolisis, terutama pada elektroda (katoda dan anoda)
• Menambah wawasan mengenai materi Sel Elektrolisis
• Agar mengerti dan memahami reaksi yang terjadi pada reaksi sel elektrolisis
IV. Alat dan Bahan
1. Gelas
2. Garam (NaCl)
3. Baterai 9V
4. Sendok
5. 2 buah kabel penjepit buaya
6. Rautan
7. 2 buah pensil (yang sudah di raut kedua ujung nya)
8. Kardus (yang sudah dilubangi)
9. Air
10. Wadah untuk garam
V. Langkah Kerja / Cara Membuat
1. Siapkan garam, air dan gelas. lalu, larutkan garam secukupnya ke dalam air dan aduk garam hingga larut.
2. Letakkan kardus diatas gelas dan masukkan 2 buah pensil pada kardus yang sudah dilubangi.
3. Jepitkan salah satu kabel penjepit buaya pada baterai dan bagian penjepit buaya lain untuk grafik hitam diatas pensil yang berada diluar larutan garam (NaCl). lakukan hal yang sama pada pensil selanjutnya.
4. lalu amati yang terjadi pada pensil tersebut
VI. Analisi Data
1. Apa itu Sel Elektrolisis? Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia di mana energi listrik digunakan untuk menjalankan reaksi redoks tidak spontan. Reaksi elektrolisis dapat didefinisikan sebagai reaksi peruraian zat dengan menggunakan arus listrik
2. Prinsip Kerja Sel Elektrolisis? Prinsip kerja sel elektrolisis yaitu dengan menghubungkan kutub negatif dari sumber arus searah ke katode dan kutub positif ke anode sehingga terjadi overpotensial yang menyebabkan reaksi reduksi dan oksidasi tidak spontan dapat berlangsung.
Elektron akan mengalir dari katode ke anode. Ion-ion positif akan cenderung tertarik ke katode dan tereduksi, sedangkan ion-ion negatif akan cenderung tertarik ke anode dan teroksidasi
3. Bagaimana susunan Sel Elektrolisis?
Secara umum, sel elektrolisis tersusun dari:
• Sumber listrik yang menyuplai arus searah (dc), misalnya baterai.
• Anode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi.
• Katode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi.
• Elektrolit, yaitu zat yang dapat menghantarkan listrik.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Bisa dilihat di dalam air terdapat gelembung gelembung gas, gelembung gas disini terbentuk karena arus listrik dan baterai melewati diantara 2 elektrode yaitu pensil. Pada Katode terdapat banyak gelembung gas, gelembung gas tersebut padahal gas hidrogen yang terbentuk karena reaksi reduksi air dan terdapat sedikit bau menyengat.
Pada Anode juga terdapat gelembung gas tetapi lebih sedikit, gelembung gas tersebut adalah gas klor (Cl2) terbentuk karena oksidasi anion Cl^- gas ini lah yang menyebabkan bau sangat menyengat
Berikut Persamaan Reaksi
4.2 Saran
gunakan garam (NaCl) halus agar mudah larut ke dalam air.
raut kedua ujung pensil hingga runcing
DAFTAR PUSTAKA
https://www.studiobelajar.com › sel-...
Sel Elektrolisis - Pengertian, Reaksi, Proses, Susunan Sel, Contoh Soal
https://www.ruangguru.com › blog
Reaksi-Reaksi pada Sel Elektrolisis | Kimia Kelas 12 - Ruangguru
https://www.kompas.com › Skola
Pengertian, Prinsip Kerja dan Stoikiometri Sel Elektrolisis
https://saintif.com › Sekolah
√ Sel Elektrolisis: Pengertian, Reaksi, Proses dan Contohnya ...
Komentar
Posting Komentar